kataku

Kumpulan Kata Kata Mutiara Cak Nun Emha Ainun Nadjib

Kata Mutiara Cak Nun Emha Ainun Nadjib

Kumpulan Kata Kata Mutiara Cak Nun Emha Ainun Nadjib. Kata Mutiara sering kali dijadikan orang orang sebagai motivasi hidup. Banyak sekali kata mutiara yang beredar, dan kata mutiara itu terbentuk dari realita kehidupan para sastrawan yang mengekspresikan dirinya menjadi sebuah kalimat yang enak didengar.

Salah satu budayawan Indonesia, Emha Ainun Nadjib, yang kerap dipanggil dengan nama cak nun ini sering kali menggunakan bahasa yang lugas dalam menjelaskan suatu perkara. Tampil sebagai narasumber diberbagai acara, cak nun menjelaskan secara gamblang dari arti kehidupan dengan bahasa jawa yang lugas.

Nah, disini terdapat beberapa kumpulan kata mutiara cak nun yang bisa dijadikan referansi dan motivasi untuk kehidupan kita. Kata mutiara cak nun tersebut juga bisa menjadi pelajaran hidup untuk kita.

Kumpulan Kata Kata Mutiara Cak Nun/Emha Ainun Nadjib

Ada yang bilang negeri ini “Negeri Selembar Kertas”, masyarakat kita “Masyarakat Selembar Ijazah”. silahkan ngomel sistem pendidikan kita tidak bermutu, kesempatan berpendidikan tidak paralel dengan kesempatan memperoleh kerja, atau canangkan proyek deschooling society (masyarakat tanpa sekolah), tapi pokoknya kalau ndak punya ijazah ya nasibnya lebih ndlahom (idiot, goblok, otak tak berisi) dibanding dengan yang punya ijazah (Kata Emha Ainun Nadjib/Cak Nun).

Agama diajarkan kepada manusia agar ia memiliki pengetahuan dan kesanggupan untuk menata hidup, menata diri dan alam, menata sejarah, kebudayaan, politik …. Tuhan mengajarkan kreatifitas terlebih dahulu (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun).

Agama mengajarkan kepada manusia bagaimana menumbuhkan iman, menyusun pola-pola pembangunan suatu negeri, mengatur politik dan ekonomi, termasuk juga mengintensifkan bidang-bidang pendidikan pada level mana pun sedemikian rupa sehingga sedikit peluang bagi anggota masyarakat untuk mengalami kekecewaan sosial ekonomi serta kebingungan psikologis (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun).

“Kamu punya ruang dalam hatimu untuk merasakan hati para mbambung (gelandangan), sehingga hatimu sedih, getir, terimpit seribu gunung, sementara orang-orang pandai sibuk dengan program-program dan omong besar di koran-koran. Tuhan tidak bertanya padamu apakah kamu mampu menolong mbambung atau tidak, tapi melihat apakah kamu mencintai orang lemah atau tidak” (Kata Bijak Emha Ainun Nadjib/Cak Nun).

“Yang lebih kalian cari bukanlah kebaikan melainkan kekayaan, yang lebih kalian buru bukanlah keluhuran melainkan kenyamanan, dan pada posisi seperti itu kalian selalu merasa lebih tinggi derajat dibanding orang kecil. Coba hitunglah kehidupan di sekitarmu, hitung pula dirimu sendiri, temukan kemuliaan di sekitarmu. Belajarlah membedakan mana kemuliaan dan mana kehinaan, amatilah mana orang yang luhur dan mana yang hina, mana yang derajatnya tinggi dan mana yang rendah. Pakailah mata Allah sebagai ukuran” (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun).

Dunia ini masih dipimpin oleh orang yang lebih memilih kenyang meskipun dijadikan budak daripada lapar tapi bertahan harga dirinya (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun).

Anak-anak muda tak bisa hanya menggantungkan diri akan jadi pegawai negeri, pembengkakan populasi penduduk akan makin berbanding terbalik dengan penyediaan lapangan kerja, jadi yang akan tegak hidupnya adalah orang-orang yang bermental wiraswasta, yang tidak priyayi, yang ulet dan bersedia bekerja keras (Kata Bijak Emha Ainun Nadjib/Cak Nun).

Anda tak bisa menghakimi ekspresi seseorang hanya dengan melihat bunyi kata-katanya, melainkan Anda harus perhatikan nadanya, nuansanya, letak masalahnya (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun).

Bukanlah hidup kalau sekadar untuk mencari makan, bukankah sambil bekerja seseorang bisa merenungkan suatu hal, bisa berzikir dengan ucapan yang sesuai dengan tahap penghayatan atau kebutuhan hidupnya, bisa mengamati macam-macam manusia, bisa belajar kepada sebegitu banyak peristiwa… Bisa menemukan hikmah-hikmah, pelajaran dan kearifan yang membuat hidupnya semakin maju dan baik (Kata Mutiara Cak Nun/Emha Ainun Nadjib).

Demokrasi itu penuh ironi dan ranjau kalau manusia tak menguasai manajemenuntuk menggunakannya, demokrasi hanya bisa menjawab beberapa problem hidup, tapi problem yang lain membutuhkan nilai yang lebih tinggi daripada demokrasi (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun).

Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah? Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian manusia sehingga ia makin sanggup memahami orang lain? (Kata Bijak Emha Ainun Nadjib/Cak Nun).

Dalam pengadilan di Indonesia, kadang kita harus memilih alternatif yang terbaik di antara yang terkutuk, dengan menyisakan sedikit harapan bahwa hati nurani manusia tidak semuanya terdiri atas buku (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun).

Nah, mudah mudahan kata mutiara cak nun ini bisa menjadi inspirasi dan pengetahuan bagi kita dan semoga bermanfaat juga.

Baca Juga : Kata Kata Bijak Cinta Mario Teguh Terbaru 2015

Kumpulan Kata Kata Mutiara Cak Nun Emha Ainun Nadjib | syifaus surur | 4.5